Tak Cuma di Perkotaan, Mobil Listrik Juga Cocok Dipakai di Pelosok

25 views

NTT, WIcom – Penggunaan kendaraan listrik berbasis energi terbarukan di daerah dan pulau terpencil berpeluang besar untuk terus dikembangkan karena membantu untuk menekan emisi.

Sebelum mobil listrik, sepeda motor listrik menjadi salah satu kendaraan yang potensial untuk dikembangkan di pelosok.

Salah satu proyek yang sedang diuji coba untuk penggunaan kendaraan listrik dengan sumber listrik dari energi baru terbarukan (EBT) berlokasi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Progam itu melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT), Perusahaan Listrik Negara, Kementerian Perindustrian, Kyudenko.co dan Mitsubishi Motors. Sumba dipilih karena BBPT telah memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Bilacenge dengan kapasitas awal 500 kWh.

“Selama ini mobil listrik kan selalu di kota besar, nanti pulau-pulau kecil di Indonesia sudah mulai memikirkan kendaraan listrik. Saya yakin mampu, apalagi ini konsep ramah lingkungan,” ujar Dadan Moh. Nurjaman, Sekretaris Utama BPPT di Tambolaka, NTT akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan Sumba dipilih lantaran memiliki durasi cahaya matahari yang cukup panjang antara 5 hingga 6 jam per hari. Untuk manajemen energi, BPPT menggendeng Kyudenko.co, perusahaan energi asal Jepang yang menyedian energy management system (EMS).

Sumba juga telah ditetapkan menjadi iconic island of renewable energy sejak 2009 dan tengah didorong menjadi salah satu kawasan wisata yang ramah lingkungan. Kendaraan listrik dengan sumber listrik dari EBT, katanya, sangat mungkin dikembangkan di pelosok.

“Kita harus dorong energi terbarukan, emisi karbonnya rendah sekali, sangat memungkinkan. Harus didorong mobil listrik dengan listriknya dari energi terbarukan.”

Uji coba ini menggunakan mobil listrik berbasis baterai Mitsubishi i-MiEV dengan stasisun pengisian daya listrik cepat yang terpasang di PLN Tambolaka. Ketika mengisi saya, listrik akan dikirimkan dari PLTS berkat teknologi EMS.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto mengatakan yang paling cocok untuk remote area ialah EBT yang dikombinasikan dengan transportasi berbasis listrik. Menurutnya, jika uji coba di Sumba berhasil, maka bisa menjadi contoh untuk diterapkan di remote area di Indonesia.

Harjanto menuturkan selain tanpa emisi, penggunaan kendaraan listrik di Sumba yang sektor pariwisatanya mulai tumbuh dapat menjadi salah satu pendorong ekonomi daerah. Dia mencontohkan Jeju Island, Korea yang telah memanfaatkan kendaraan listrik untuk pariwisata.

Dia mengatakan pemerintah akan memberikan insentif sehingga harga kendaraan listrik lebih terjangkau. Pemerintah juga ingin agar baterai dibangun di dalam negeri dan pada tahap awal pemerintah juga membuka ruang untuk pengembangan kendaraan pada kisaran Rp200 juta hingga Rp250 juta tetapi efisien seperti hybrid.