Soal Konsep ASEAN Car, IOI Mengaku Tidak Terlibat

67 views

Jakarta, WIcom – Perdana Menteri Mahatir Mohammad saat melakukan kunjungan kenegaraan kepada Presiden Joko Widodo pada akhir Juni 2019, melontarkan gagasan untuk membuat ASEAN CAR di Istana Bogor. ASEAN CAR dimaksud adalah sebuah kendaraan mobil yang diproduksi oleh Negara-negara di ASEAN dan dipasarkan di negara-negara ASEAN.

Merespon hal itu, I Made Dana Tangkas, Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) mengatakan, dalam hal ASEAN CAR, IOI tidak terlibat dalam pembuatan konsep, baik desain maupun keputusan antar negara.

“Ini domainnya pemerintah (G to G) dan perencanaannya.” terang I Made Dana Tangkas seperti dikutip dari Akuratnews.com, Kamis, (3/10/2019).

Menurut dia, hal itu tercermin dari Memorandum of Understanding (MoU) antara IOI dan Malaysia Automotive, Robotics, and Internet of Things ( MARii) atau dulu dikenal dengan nama Malaysia Automotive Institute (MAI).

Made mengatakan, MoU itu berfokus pada Kerjasama pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri Otomotif di ASEAN, Industri Kecil dan Menengah (IKM) di masing-masing Negara dan business matching, pengembangan standar dan peraturan mengenai produk dan komponen otomotif, dan Kerjasama penelitian dalam pengembangan Peta Jalan industr Otomotif.

Selain itu IOI sebagai salah satu organisasi independen, non profit yang bergerak dalam bidang pengembangan industri Otomotif di Indonesia dan regional ASEAN serta global, dalam aktivitasnya sekarang melakukan pengembangan SDM Industri Otomotif melalui pembuatan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI ) sektor industry Otomotif bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian RI, pengembangan IKM dan bahan bakar bersih (green fuel)..

“Kedepannya, IOI akan terus mengembangkan ekosistem industri Otomotif di Indonesia agar lebih mandiri, berkeadilan dan berkelanjutan.” terang I Made.

Menurut dia, targetnya adalah Indonesia memiliki SDM yang unggul kompeten dan profesional, IKM sektor Otomotif yang memiliki daya saing yang tinggi di level regional maupun global. Serta mendorong penggunaan bahan bakar yang bersih dalam rangka mendukung program langit biru dan mencegah pemanasan global, termasuk mendukung percepatan Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL di Indonesia.