oleh

Sikap Politik PBB di Tentukan Akhir Januari 2019

WIcom, Jakarta – Panasnya suhu politik di akhir pekan menjelang Pilpres 2019 semakin kuat.

Partai berbasis Islam kali ini diterjang isu yang mencenangkan publik, Partai Bulan Bintang (PBB) besutan Yusril Ihza Mahendra di desak mundur dari kursi Ketum.

Desakan tersebut berasal dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur, para cendekiawan Muslim, dan termasuk Thohir Luth. Menurut mereka setelah Yusril diminta menjadi kuasa hukum Paslon Capres nomor urut 1 Jokowi-Maruf Amien sikap politik PBB tak tentu arah.

Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noer menyayangkan desakan mundur yang dilayangkan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia terhadap Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. Desakan ini muncul setelah Yusril menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Saya sangat menyayangkan desakan dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang disampaikan dalam diskusi di Jawa Timur. Diskusi itu tidak mengundang dan melibatkan Pak Yusril Ihza Mahendra,” ucap Afriansyah melalui pesan singkat Whatsapp kepada redaksi WartaIndustri.com di Jakarta, Minggu 6 Januari 2019.

Ferry mengatakan Dewan Dakwah selama ini tidak pernah mengajak dan melibatkan Yusril untuk berdiskusi. Karena itu dia menilai desakan mundur itu justru mendiskreditkan Yusril. Menurut Ferry, cendikiawan Muslim Thohir Luth yang menyuarakan agar Yusril mundur dalam forum Dewan Dakwah bukanlah kader PBB. Dia menduga Thohir memiliki agenda memecah-belah PBB.

Ferry berharap simpatisan dan kader partai tidak terpancing atas desakan tersebut, karena adanya upaya adu domba yang dilakukan untuk memecah belah PBB. “Para kader PBB harus tetap tenang dan terus fokus menghadapi Pemilihan Legislatif 2019,” tegasnya.

Mengenai sikap politik PBB di Pilpres 2019, Feery mengatakan sampai detik ini PBB belum menentukan sikap politik secara resmi. “Ada mikanisme yang harus dilalui para kader PBB antara lain, Rakornas, rapat Pleno DPP dan masukan para kader daerah, “ujar Ferry.

Ketika ditanya kapan PBB menentukan sikap tegasnya, Ferry menjawab awak media bersabar dikit bocorannya akhir Januari 2019.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed