Sektor Hulu Migas Diminta untuk Eksplorasi

144 views

Jakarta, WIcom – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengharapkan bisnis hulu migas masuk ke bidang eksplorasi guna memberikan kontribusi kinerja yang lebih baik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut selama ini PT Pertamina (Persero) juga memiliki kecenderungan tidak mau melakukan eksplorasi sendiri dan memilih mengelola Wilayah Kerja (WK) migas penerusan seperti Blok Rokan dan Mahakam. Padahal, tantangan sektor ini adalah eksplorasi.

“Padahal, kalau Anda eksplorasi sendiri, menemukan cadangan besar, Anda jadi kaya-raya. Kalau seperti Pertamina cuma meneruskan, ya meneruskan saja,” katanya dalam acara “Bisnis Indonesia Business Challenge 2019” di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Seperti diketahui, pemerintah telah menunjuk Pertamina untuk menjadi operator Blok Rokan pada 2021-2041. Proposal yang diajukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor migas tersebut mengungguli proposal yang diajukan Chevron Pacific Indonesia.

Saat ini, Blok Rokan dikelola Chevron Pacific Indonesia. Perusahaan asal AS ini sudah beroperasi di blok tersebut sejak 1971 dan kontraknya akan habis pada 2021.

Jonan juga mengklaim bahwa pemerintah telah bersikap adil terkait pelelangan WK migas.

Pemerintah pun akan konsisten menetapkan kontrak migas gross split. Pasalnya, lelang WK migas dengan skema cost recovery sepanjang 2015-2016 tidak ada yang laku.

Dari data Kementerian ESDM, saat ini ada 25 WK migas dengan skema gross split. (Red)