Peran Guru Tidak Terganti Kemajuan Teknologi

0
111 views

Semarang, WIcom – Penetrasi revolusi Industri 4.0 yang bergerak sejak 2011, akan semakin kuat pada 2019. Semua lini kehidupan akan tersentuh revolusi yang mengubah peradaban manusia secara fundamental itu, termasuk, dunia pendidikan.

“Diperlukan guru yang profesional, guru yang bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang supercepat untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan, dalam rangka mempersiapkan SDM yang unggul dengan kompetensi global,” tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP, saat Upacara Peringatan Hari Guru Nasional ke-73 Tingkat Provinsi Jawa Tengah, di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Senin (26/11).

Menurutnya, dahsyatnya perkembangan teknologi saat ini, tidak selayaknya disalahkan karena dampak negatif yang ditimbulkan. Sebab, guru bisa mengarahkannya menjadi potensi positif.  Artinya, peran guru tidak bisa digantikan dengan kecanggihan teknologi informasi. Guru tidak semata-mata menransfer ilmu pengetahuan, tapi yang utama justru mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi setiap peserta didik. Oleh sebab itu, profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian.

“Guru tidak hanya bertugas untuk menranfer ilmu pengetahuan kepeda peserta didiknya. Tugas guru sebagai pendidik adalah menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupannya, termasuk dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak, serta sebagai inspirator bagi anak didiknya,” jelas Muhadjir.

Seorang guru profesional, imbuhnya, setidaknya memiliki tiga ciri. Pertama, guru profesional adalah guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik. Kedua, seorang guru profesional mesti mampu membangun kesejawatan dengan rekan-rekan guru sejawat, untuk mengembangkan diri, dan meningkatkan kecapakapan.

“Ketiga, seorang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya. Para guru Indonesia adalah pejuang pendidikan yang sesungguhnya, yang menjalankan peran, tugas dan tanggung jawab mulia sebagai panggilan jiwa,” kata Mendikbud.

Pihaknya mengajak, peringatan Hari Guru Nasional menjadi pemicu semangat untuk terus membangun peradaban bangsa. Sehingga, Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu, berkarakter serta mampu bersaing di kancah pergaulan global.

Dalam kesempatan itu, Sekda Sri Puryono juga memberikan penghargaan kepada sejumlah guru, serta hadiah kepada pemenang lomba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here