Pemuda Diminta Untuk “Satu Nafas” Dalam Bangun Bangsa

163 views

Jakarta, WIcom – Calon Ketua Umum DPP KNPI 2018-2021 Noer Fajrieansyah meminta kepada seluruh pemuda Indonesia untuk “Satu Nafas” dalam membangun bangsa di tengah pesatnya persaingan antar negara.

“KNPI Satu Nafas” merupakan istilah yang menunjukan bahwa pemuda seluruh Indonesia satu kesatuan tekad, visi dan misi, detak nadi perjuangan, cita-cita membangun bangsa dan negara Indonesia.

“Dengan “nafas yang satu” itu menjadi kekuatan pemersatu dan mengikat komitmen kebangsaan pemuda dalam menghadapi situasi sosial-politik yang semakin panas saat ini,” kata Fajrieansyah kepada wartawan, Minggu (1/12).

Menurut mantan Ketua Umum PB HMI itu, dengan “ke-satu-an” dari pemuda Indonesia akan memberi rasa optimisme kepada rakyat bahwa Indonesia bakal semakin maju dan menjadi bangsa yang berdaya saing.

Untuk itu, kata Fajri, “KNPI Satu Nafas” tidak hanya slogan tetapi sekaligus filosofi dan nafas perjuangan pemuda Indonesia. Sekaligus mendorong pemuda untuk berperan aktif dalam Industri 4.0, serta memaksimalkan potensi aksesibilitas economy digital, seperti finence, fintech, untuk memajukan ekonomi Indonesia di setiap lini.

“Filosofi “Satu Nafas” juga memberi jalan kepada KNPI dan pemuda Indonesia untuk mulai berperan aktif dalam Revisi UU Kepemudaan No.40 Tahun 2009, sehingga dapat memberdayakan kepemudaan lebih holistik dan bisa menjamin dinamisasi dalam dunia kepemudaan,” papar pemuda yang akan bertarung di Kongres XV Pemuda/KNPI di Aceh, pertengahan Desember 2018 mendatang.

Selain itu, lanjuynya, melalui filosofi “Satu Nafas” bisa menyiapkan kepemimpinan pemuda yang lebih baik; Menciptakan perubahan bangsa; Menciptakan lapangan kerja; dan menjadi solusi terhadap segala persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan.

“Dengan “KNPI Satu Nafas” sekaligus menjadi pengikat jiwa perjuangan dan komitmen pemuda Indonesia untuk berperan aktif dalam setiap dinamika sosial politik bangsa, menjaga serta memastikan bangsa ini akan berlabuh pada kejayaan dan kesejahteraan,” pungkasnya. (Red)