Obligasi Rebound di AS, Rupiah Terdorong Melemah

30 views

Jakarta, WIcom – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah, dan bakal bergerak pada kisaran level Rp14.100 sampai dengan Rp14.200 per USD. Dorongan pelemahan ini dikarenakan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali rebound semalam sehingga membuat dollar AS menguat.

“Ini bisa mendorong pelemahan rupiah terhadap dollar AS hari ini,” ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Selain itu pasar masih tanda tanya soal hasil negosiasi dagang AS-China karena dua pihak menginginkan hal yang berbeda.Pasalnya, AS mau kesepakatan yang komprehensif meliputi perlindungan hak kekayaan intelektual perusahaan Negeri Paman Sam -julukan AS-.

Sementara China hanya mau kesepakatan parsial yang berkaitan dengan pembelian produk pertanian AS dan pengurangan tarif impor barang Tiongkok.”Namun pelemahan mungkin terbatas hingga hasil negosiasi disepakati.USDIDR berpotensi bergerak di kisaran Rp14.0100 hingga Rp14.200 per USD,” jelasnya.

Sebelumnya pada awal pekan kemarin, kurs rupiah terhadap USD pada akhir perdagangan, Senin (7/10) ditutup lesu untuk melengkapi laju pada jalur negatif sepanjang hari. Kemerosotan rupiah terjadi justru saat dolar AS mendapatkan tekanan dan mata uang safe haven berjaya.

Berdasarkan data yang bersumber dari Limas, rupiah anjlok pada posisi Rp14.170/USD atau jatuh semakin dalam dari level sebelumnya. Kurs rupiah cenderung masih tertekan di tengah faktor eksternal yang penuh ketidakpastian.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di Rp14.156/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah menyusut usai sebelumnya Rp14.135/USD. (SR)