Lewat Bisnis Kopinya, Dave Mahenra Ikut Donasi Pembangunan Papua

32 views

Jakarta, WIcom – Tak hanya aktif di dunia akting, Deva Mahenra juga peduli dengan dunia sosial. Salah satunya ditunjukkan dalam gerakan sosial peduli Papua bertajuk Kopi Untuk Asmat bersama Wahana Visi Indonesia.

Melalui Foresthree, bisnis kopi yang dikelola miliknya, Deva ikut berdonasi atas pembangunan Asmat, Papua. Nantinya, dana yang ada akan dipakai untuk membangun fasilitas air bersih.

“Target sebanyak-banyaknya (membangun fasilitas air bersih). Ini sekali lagi tentang kampanye kepedulian. Kami dari Foresthree sendiri menargetkan buat lebih dari satu penampungan air hujan karena satu penampungan air hujan bisa untuk tiga kepala keluarga,” kata Deva belum lama ini di Jakarta.

“Kita sekarang akan melakukan penggalangan dana. Setelah penggalangan dana, kita buat kontruksi fasilitas airnya. Kita akan jalan mungkin tahun depan karena kita mau kumpulin sebanyak-banyaknya (donasi),” tambahnya.

Sementara, keterlibatan artis 29 tahun ini dengan gerakan sosial bukanlah tanpa alasan. Dia pernah tinggal dan besar di Papua. Bahkan, Papua sudah merupakan sebuah rumah yang memberikan kehangatan.

“Saya bukan Papua lagi. Saya sampai lulus SMA di sana (Papua). Keluarga di sana. Tempat saya, Timika, Tembagapura selalu menjadi tempat persinggahan. Timika lebih beruntung daripada Asmat. Kita punya jalan yang diaspal Freeport,” jelas dia.

Selain itu, akses menuju Asmat yang sulit juga menjadi alasan Deva untuk peduli dengan masyarakat Asmat. Untuk mencapai Asmat, Deva menuturkan harus mencapai beberapa titik menggunakan pesawat dan speatboat yang memakan waktu berjam-jam.

“Saya orang Papua, belum pernah ke Asmat. Untuk sampai kesana ada beberapa check point. Dari sini kita harus ke Timika, Tembagapura dan dari situ lanjutin perjalanan dengan speatboat kayu yang mesinnya untuk parutan kelapa dan kadang-kadang bisa overload muatannya. Satu kali jalan, gelap sedikit bisa kehilangan navigasi. Kalo nggak lewat speadboat, lewat udara. Itu pun pesawat kecil, Trigana, Susi Air. Itu berisiko kena hantaman,” tuturnya.

Bintang film Dancing in the rain itu pun berharap melalui kegiatan amalnya ini bisa memberikan dampak yang besar bagi perkembangan Papua, terutama untuk anak-anak di Asmat.

“Karena apa yang saya lakikan ini sangat kecil untuk Papua, pulau terbesar di dunia biar bisa menimbulkan kepedulian. Dengan era internet sekarang, peduli aja nggak cukup. Kita harus meyentuh. Nggak mesti lewat kopi atau pembangunan air hujan, apapun tidak terbatas. Mereka yang membutuhkan banyak,” tandasnya. (SR)