KPPPA Sarankan Pemda Perkuat Pencatatan dan Pelaporan Data Bencana

18 views

Jakarta, WIcom – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) membuat data berdasarkan jenis kelamin dan usia, misalnya jumlah ibu hamil dan menyusui, dan jumlah anak di wilayah pengungsian untuk korban gempa di Maluku.

Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat Kemen PPPA, Ciput Eka Purwianti mengatakan, hal ini sebagai upaya untuk pemenuhan keadilan gender, terlaksananya pencegahan kekerasan berbasis gender selama proses tanggap darurat hingga rehabilitasi.

“Kami mengapresiasi koordinasi yang dilakukan di Posko yang telah membuat data terpilah perempuan dan anak. Kami berharap pelaksanaan klaster pengungsian dan perlindungan bisa melibatkan Dinas PPPA. Karena perempuan dan anak memiliki kebutuhan dasar dan spesifik serta penanganan yang berbeda berdasarkan peran-peran gender maupun kodratnya,” ungkap Ciput, Senin (7/10/2019).

Ciput menyarankan, agar pemerintah daerah perlu memperkuat pencatatan dan pelaporan data terpilah di setiap wilayah yang terdampak bencana dan memetakan kebutuhan spesifik perempuan dan anak.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah mendirikan sekolah darurat, melakukan trauma healing, dan sosialisasi agar pengungsi kembali ke rumah yang tidak terdampak bencana.

“Semoga di tengah banyaknya bencana yang terjadi di negeri ini, kita semua senantiasa selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan pemenuhan serta perlindungan hak anak dapat terpenuhi,” tutup Ciput.

Untuk diketahui, hingga saat ini gempa susulan masih terus dirasakan warga. Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sampai dengan Senin 7 Oktober 2019, pukul 03.00 WIT mengidentifikasi 1.149 kali gempa susulan dan 122 di antaranya dirasakan oleh warga. (SR)