oleh

Berdiri Belum Genap 3 Bulan, Jasa Tirta Energi Banjir Tawaran Kerjasama

Jakarta, wartaindustri.com – Belum genap tiga bulan, PT Jasa Tirta Energi (JTE) sudah banjir tawaran kerjasama dari beberapa perusahaan besar. Sebagai anak perusahaan dari Perum Jasa Tirta 1 (PJT1), JTE patut berbangga dengan tawaran-tawaran kerjasama terkait dengan pengembangan energy terbarukan. Sebagai sayap bisnis PJT1, JTE bertransformasi menghandle proyek-proyek yang bukan hanya lingkup energy dari sektor air saja. Namun, kehadirannya akan melakukan peningkatan-peningkatan sumber energy terbarukan, yang berasal dari alam.

Direktur Utama PJT1 Raymond Valiant Ruritan, ST., MT, menjelaskan dalam ranah bisnisnya nanti JTE dapat melakukan pengerjaan-pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan apa saja yang bisa dikreasikan untuk memberi nilai tambah dari pemanfaat air.

“Mereka (JTE) terbentuk sebagai persero atau perusahaan, maka JTE bisa bergerak diberbagai area, termasuk melakukan pemeliharaan, pengerukan sungai, pembersihan dan lain-lain yang berhubungan dengan air, tetapi tidak dikerjakan oleh induk perusahaan. Kami optimis walaupun masih tingkatan sederhana, JTE tahun ini target omsetnya sudah bisa mencapai Rp.50 Milyar lebih, walaupun baru tahun pertama. Karena JTE mengerjakan pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh perusahaan induk,” imbuhnya.

Lebih jauh Raymond, menegaskan JTE baru berdiri kurang lebih 2 bulan setengah tetapi sudah banyak yang mencari untuk melakukan kerjasama.

“Dalam waktu dekat aka nada tawaran PLTS dari Astra untuk melakukan kerjasama untuk pemasangan PLTS di bendungan-bendungan dengan scema penjaminan hingga ke pembelian. Ayo pegang,” tegasnya, dihadapan direksi dan staff JTE, di Kantor JTE dibilangan Kemayoran Jakarta, (6/3).

Sementara itu, Direktur Utama JTE, Dr. Etty Susilowati, SE. MM, menjelaskan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) harus hadir di pedesaan-pedesaan yang kesulitan listrik. Melalui kerjasama dengan lintas Badan Usaha Milik Negara (BUMN),dan Pemerintah Daerah (Pemda) kebutuhan masyarakat pedesaan akan adanya listrik akan terpenuhi.

“Harus bisa menikmati (masyarakat-red). Kami akan melakukan kerjasama dengan BUMN untuk melakukan program kemitraan yang bisa membuat kemaslahatan. Masuk kepada program-program CSR dan sebagainya. Di BUMN ada PKBL program kemitraan untuk menyediakan dan mengalokasikan ke arah mikro hidrogen ke desa desa. Bisa saja energi dengan memanfaatkan air sungai di daerah tersebut untuk menghasilkan energi sesuai dengan kebutuhan mereka. Cita-cita saya setiap rumah tangga bisa menciptakan energi dari potensi air,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed